Wednesday, April 6, 2011

Makna Idealis???

#Edisi Curhat \^o^ /

Teringat sekilas kalimat yang terlontar dari seorang teman sewaktu masa kuliah Akademi dulu: "Idealis itu penting", sampai di tugas akhirnya pun kalimat tersebut dijadikan motto hidupnya. Eh, sebenarnya saya tak mengerti makna idealis sesungguhnya, karena kalau melihat artinya secara harfiah dengan fakta yang terjadi di lapangan sepertinya tidak sinkron. Oke, langsung kita buka KBBI aja deh...

Menurut KBBI, ada lima kata yang berhubugan dengan kata idealis yaitu: ide, ideal, idealis, idealisme, dan idealistis. Kelimanya mempunyai induk kata bernama ide: yang artinya gagasan atau pikiran, kemudian berkembang menjadi ideal: gagasan atau pikiran yang diinginkan, lalu idealis: yang lebih kepada orang yang mempunyai gagasan atau pikiran itu, dan berkembang lagi menjadi idealisme: sebuah faham filsafat yang menganggap bahwa gagasan atau pikiran yang dinginkan tersebut merupakan hal yang benar, terakhir idealistis: yang lebih menekankan kepada kata sifat untuk menuju ideal atau sifat menuju yang dicita citakan.

Emmm... merujuk dari arti idealis itu sendiri orang yang mempunyai gagasan atau pikiran, ini yang acapkali membuat saya berpikir terhadap mahasiswa yang bangga menyandang gelar mahasiswa idealis. Apakah mereka paham betul makna idealis tersebut, atau hanya ikut-ikutan saja. Ikut turun ke jalan mengumandangkan suara mahasiswa lalu mendapat cap/gelar inilah mahasiswa idealis yang memperjuangkan nasib rakyat.

Lepas dari itu semua, saya memiliki keyakinan bahwa tak semua paham makna idealis sesungguhnya #persepsi saya, monggo dikomentari :-)
Kenapa?? karena mahasiswa yang mengaku bahwa mereka adalah mahasiswa idealis seringkali saya temui bahkan saya tiap hari berinteraksi, sampai telinga ini rasanya tak sanggup mendengar pengakuan keidealisan mereka namun tak sesuai dengan perilaku idealis yang sesungguhnya #memang apa sih perilaku idealis sesungguhnya??? Sok Teu euy :-P

Seringkali, bisa dibilang hampir setiap hari saya mengalami namanya paham keidealisan mahasiswa, dilingkungan kerja saya yang baru, kurang lebih tiga tahun belakangan saya kecap. Khususnya beberapa bulan belakangan, seringkali yang timbul adalah rasa kesal yang mendalam akibat keidealisan mereka #lebay.com yang berujung saya ingin & harus cepat-cepat keluar dari lingkungan seperti ini (lingkungan mahasiswa), dan masuk ke dalam lingkungan saya sesungguhnya (lingkungan para lansia) #merasa sudah tua & ga level jika harus makan hati setiap hari jika harus berada di lingkungan yang tak sesuai dengan saya/para older people. Bukan hanya saya saja yang merasakan keidealisan mahasiswa yang ga ngerti makna idealis sesungguhnya, teman-teman saya pun banyak yang sharing mengenai keidealisan yang mereka kumandangkan (young people).

Capek hati, capek fisik, bagaimana mau jadi professional jika idealis semacam itu yang dikumandangkan & dilakoni. Oke, teori pintar & hafal di luar kepala #ngaku saya kalah kalau harus ngomongin teori & konsep, tapi di lapangan mereka nol. Alasan yang keluar pasti, teori, konsep karena saya ga minat kerja lapangan sampai seenaknya ngatur jadwal & masuk seenaknya pula #kacau balau, saya seumur-umur kerja ga ada yang judulnya JADWAL KACAU BALAU, MASUK SEKEHENDAK HATINYA, kasarnya bisa mati oii klien kalian. Sampai bikin alasan ga rasional, dalam bikin intervensi pun diajarkan rasional dilakukan intervensi, kalau ga rasional ya ga bisa & ga boleh dilakukan, gagasan atau ide pikiran yang bagaimana yang mereka maksud, malah bisa jadi mal praktik You Know!!!

Sekali lagi idealis sesungguhnya mohon dipahami dahulu sebelum mencap/memberi gelar diri idealis.

Btw hari ini saya mau ngasih pelajaran aja sih, terakhir kemarin mereka bisa memberi alasan bangun kesiangan, tidur kemalaman, capek. Emang saya ga capek apa, Hah? Professional katanya, mbuh ngapusi kali...

Mewujudkan Rasa Syukur

Setengah terpikir apakah sama antara kebahagiaan dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan, lapang dan sempit. Ada manusia yang memahami Islam tapi tidak bisa bermanfaat untuk orang lain, bisa bermanfaat untuk orang lain tapi tidak paham Islam, mudah marah tapi pemurah, rajin ibadah tapi banyak bicara yang tak bermanfaat dan lain-lain.

Hanya Manusia yang dapat mengetahui kelemahan dirinya sendiri lah yang bisa menjadikannya berhasil dunia- akhirat. Keberhasilan di ukur dari rasa syukur, semakin banyak kita bersyukur atas apa yang Allah berikan, maka Allah akan semakin tambahkan rizki untuk kita (dengan segala cobaan yang ada tentunya).

Tapi, jangan salah kawan, untuk bersyukur itu gampang-gampang susah. Mudah diucapkan tetapi sulit di lakukan. sahabat Usman kaya raya dan ia bersyukur, dengan cara mendermakan hartanya di jalan Allah, sahabat Ali Pandai/cerdas dan bijaksana wujud rasa syukurnya adalah ia gunakan kemampuannya untuk kebijaksanaan dalam memimpin. Semuanya, bersyukur atas apa yang Allah berikan dengan apa yang ia miliki. Inti dari syukur adalah memberikan apa yang Allah berikan kepada kita untuk diberikan kepada Allah kembali.

Betapa irinya Umar ketika Abu bakar bisa memberikan semua harta yang ia miliki untuk perjuangan di jalan Allah. Maka, Nikmat Tuhanmu manakah yang pantas kamu dustakan (Q.S Ar-Rahman : 13).

Menjadi Putra Raja/ Permaisuri hati diri sendiri lebih utama. Jadi, percaya bahwa Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya yang berusaha.Tidak salah kok, jika kita ingin mendapatkan yang terbaik menurut kita.  Tapi harus diingat, bahwa yang terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, Allah lebih mengetahui apa yang tebaik untuk kita. Nah, setelah Allah berikan yang terbaik untuk kita representasi wujud syukur kita gunakan pemberian Allah tersebut dengan baik, jangan pernah mengkufurinya.

Menjaga komitmen cinta lebih sulit daripada mengucapkan cinta (Hablumminallah)

Wahai Puteriku... (Renungan Pra Nikah)

"Jika saja mereka mengerti kebutuhan puteri mereka dan mengizinkan untuk menikah, tahu apa yang terjadi tanpa adanya pernikahan dan tidak mempermudah nikah puteri mereka"

Puteriku tercinta..! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlah nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, puteriku! Kuncinya berada di tanganmu.

Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah.

Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada
si pencuri itu : silakan masuk ketika ia telah mencuri, engkau
berteriak : maling ! Tolong ¦ tolong saya kemalingan.

Demi Allah  dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki- laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi?
Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.

Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.

Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.

Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal.

Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?

Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?

Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.

Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Mereka yang menggembor-gemborka n emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :

Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmat an melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmat an lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan- ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.

Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walaupun berupa kehormatan, kemuliaan, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah- sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?

Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, puteri-puteriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.

Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk puteri-puteriku.

Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.

Bila anak puteri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.

Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmu lah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.

(wallahul musta’an).

Disarikan dari buku : “Wahai Putriku” Ali Thanthawi
Oleh : Ali Ath-Thanthawi
Penerjamah: Abdulloh
Editor: Munir F. Ridwan, Muhammadun Abdul Hamid

By : Panduan Pernikahan Dalam Islam

Saturday, April 2, 2011

Iseng-iseng Application

Hmmm... nie iseng-iseng follow application di situs jejaring sosial, coz tugas yang terkadang bikin nguantuukk berat & bikin jari sampe keriting... sok dilihat & dibaca-baca, tp bukan referensi lho... \^o^/
Masehi Month & Hijriah Month: 20 April 1986 & 12 Sya'ban 1406 H.



 hohoho...  xoxo.. ^o^

Berpikir Cerdas Dengan Mempermudah Nikah

"Yang saya sungguh harapkan dari mereka, dan berharap dibukakan jalan cahaya kelembutan dan keluluhan hati oleh Allah SWT. Suatu tekanan bathin melanda seorang wanita ketika ia sadari bahwa yang dibutuhkannya adalah menyempurnakan setengah dien & dilingkupi kehalalan yang diridhoi oleh Allah SWT."

Orang tua yang begitu bersemangat untuk mencarikan obat bagi anaknya yang sedang sakit. Sungguh semangat yang tiada tandingnya, rela mengkorbankan semua yang dimilikinya demi kesembuhan sang anak, sehingga orang tua akan marah-marah jika ternyata anak yang sedang di obati ogah-ogahan meminum obat tersebut. Begitu juga orang tua yang mencubit paha anaknya yang berusia 7 tahun karena menyeberang jalan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan hingga hampir saja tersambar sebuah mobil yang berkecepatan tinggi.

Itulah gambaran kasih sayang dan cinta yang tertuang dalam kepedulian dan pengorbanan. Ada kebutuhan anak yang teramat penting akan tetapi banyak orang tua yang sering ogah-ogahan dalam memenuhinya. Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa. Pada usia tertentu seorang tua tidak boleh melihat seorang anak hanya sekedar sebagai seorang anak akan tetapi ada saat-saat tertentu seorang anak harus dilihat sebagai seorang laki-laki atau seorang wanita yang membutuhkan pemenuhan dalam masalah "seks".

Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa. Zaman ini adalah zaman yang amat berat menguji muda-mudi dengan maraknya perzinaan dan pergaulan yang menghantar kepada perzinaan. Teringat sabda Nabi SAW, "Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan".

Pernyataan dari Rasulullah SAW tersebut merupakan sabda sekaligus solusi bagi problema remaja saat ini, dan bagi sebagian orang yang beranggapan bahwa pernikahan dini sulit mencapai kebahagiaan. Yang harus dimengerti adalah pernikahan dini bukan pernikahan sebelum waktunya akan tetapi pernikahan dini adalah menyegerakan pernikahan dan mempermudah urusan pernikahan. Saat adanya tanda- tanda bahwa sang anak sudah mendekati perzinahan, maka wajib bagi orang tua manapun untuk bersegara mencarikan solusi! Dan sungguh jika ada anak lapar seorang tua bisa memberinya makanan dan jika anak sakit orang tua bisa membelikan obat untuk anaknya. Namun tidak untuk kebutuhan sex yang cenderung tidak diperhatikan oleh orang tua karena hal tersebut masih di anggap tabu untuk di beberapa daerah atau golongan..

 Hal itu tidak akan terselesaikan bila sekedar diganti dengan makanan enak atau yang lainya. Dan orang tua tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sang anak kecuali dengan membuka jalan pernikahan. Disinilah peran orang tua harus hadir. Membincangkan masalah pernikahan dengan anak demi keselamatan sang anak. Terlepas dari usia sang anak, pembatasan usia bukan solusi akan tetapi justru problem. Pernikahan bisa diatas 16 tahun dan bisa dibawah 16 tahun. Asal ada tanda-tanda suka dengan lawan jenis saat itulah orang tua harus bisa mendiskusikanya dengan sang anak. Dari situlah akan hadir makna pengarahan sekaligus pemahaman seberapa besar kebutuhan sang anak kepada seks , lalu dilanjutkan dengan solusi yang baik.

Teringat sabda Nabi SAW, "Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan"..
Pernikahan tidak harus menunggu usia tertentu atau jenjang pendidikan tertentu atau karir tertentu. Akan tetapi kapan anak butuh akan pernikahan maka saat itulah usia nikah yang tepat untuknya . Ada sebagian orang bersemangat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan harapan mendapatkan keahlian untuk bisa bekerja di tempat yang layak.Akan tetapi ia teledor akan hal yang dibutuhkan anaknya yang setiap hari bepergian dengan lawan jenis , atau saling telepon yang hanya membangkitkan hawa nafsu. Bahkan disaat sang anak berterus -terang akan jalinannya dengan lawan jenis lalu meminta untuk menikah, tiba-tiba yang ada adalah jawaban keras dari orang tua yang memangkas keberanian dalam menyampaikan apa yang ada di hatinya.namun orang tua hanya menjawab  "aku tidak izinkan engkau menikah kecuali engkau telah selesai kuliah".

Apa yang terjadi pada sang anak, di satu sisi ia harus patuh kepada orang tua di sisi lain ia dia ambang bahaya pergaulan dengan lawan jenis. Maka ia pun menyelesaikan kuliah hingga sarjana dan gelarpun di raih akan akan tetapi ada gelar tambahan yang tidak tertera bersama namanya yaitu gelar Pezina.Na’udzubillah…
Orang tua yang lalai akan keselamatan moral anaknya, yang hanya berfikir tentang karir dan gelar kemulyaan di dunia akan tetapi lalai akan kemuliaan sang anak di akhirat nanti, itulah orang tua yang akan menuai penyesalan panjang di akhirat nanti, menuai dosa zina yang dilakukan sang anak.

Wallahu a'lam bishshowab.

Sumber :
http://www.buyayahya.org/artikel-dakwah/59-berpikir-cerdas-dengan-mempermudah-pernikahan.html

.::April::.

Apa yang terjadi di bulan April?? So pastinya banyak kejadian di bulan April ini dari seluruh belahan dunia ciptaan Allah SWT. But buat saya pribadi, April merupakan bulan bersejarah sejak puluhan tahun silam #berasa manusia zaman baheulak banget hehehe..

Deg-degan, resah dan gelisah setiap di akhir March menjelang awal April.. Bukan karena jatuh cinta, menunggu sang kekasih, atau mau antrian awal bulan, tapi ada sesuatu hal terkait batiniyah saya. Ketika teringat kembali saat bikin lemper di RS pakai kain putih dan kasa gulung #read: kain kafan, dan melihat hamba Allah SWT terbujur kaku di atas pembaringan, yang terjadi hanya tetesan air mata. Tamparan halus dan bahan perenungan buat saya pribadi, terkait usia kita tak ada yang pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia fana ini. Masih banyak hal yang belum saya persiapkan untuk menghadap Sang Khalik.

Saya masih haha hihi di atas bumi ini, taubatan belum nasuha.. terutama saya belum nikahhhhh... #penting ya? :D
Buat saya lagi, penting donk.. katanya menikah itu "setengah dien", pengeeeennnnn banget...
Pikir-pikir lagi saya semakin tua, ditambah lagi kisah teman-teman yang sudah menikah dan hidupnya lebih bahagia ketimbang masih pacaran yang banyak sekali masalahnya atau salah satunya bikin masalah terus #pengalaman pribadi ta? hehehe

Intinya ngomong apa sih ini?? USIA & NIKAH... T_T
Dua hari yang lalu ada seorang teman wanita yang usianya terpaut dua tahun di bawah saya, dia minta ditemani untuk mencari rumah kontrakan di tempat saya kos #daerah LA. Saya ayo aja, sewaktu dia bilang untuk dia ngontrak berdua ama temannya. Temannya bekerja di daerah Jakarta sono, katanya sih biar lebih strategis buat mereka berdua, sama-sama dekat jalan menuju tempat kerja #pilih tempat tinggal di pertengahan antara Depok dan Jakarta

Saya pikir temannya itu wanita juga..., eh.. nyatanya kemarin kami ngobrol terkait masa depan, dia bilang "kakak, aq nempatin kontrakannya mulai bulan Juni. Nanti kalau sudah dapat kontrakannya, temanku duluan yang menempati" Lho.. saya bingung mode on, tanggung banget bulan Juni baru ditempati padahal praktik berakhir bulan Juli. Trussss... dia bilang kalau sebenarnya temannya itu calon suaminya & minggu lalu dia baru di khitbah & belum lihat calon suaminya. Yang pasti dari perbincangan itu, kelak calon suaminya itu oke banget...

Saya lemas tak berdaya... *___*, karena saya belum bisa mencapai cita-cita & tujuan saya itu... NIKAH & saya semakin tua dalam ukuran wanita. Positive thinking saja, Allah SWT belum memberi saya kepercayaan untuk membina rumah tangga, karena saya masih banyak yang harus diperbaiki, dari segi duniawi dan agama...

Bismillahirrahmanirrahim is the best word.. xoxo ^o^

Tentang Si Amin..???

Kilas balik dari pelajaran Bahasa Arab sewaktu Madrasah, ups Bahasa Arab ga semudah Bahasa Inggris, Bahasa Jepang lho.. bukan berarti juga Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang mudah #bagi saya, saya bukan ahli Bahasa. Hanya dari ketiga Bahasa tersebut yang pernah saya pelajari, tingkatan kesulitan yang menempati posisi pertama adalah Bahasa Arab.. v^o^
Simak langsung coretan kali ini...

Bagaimana mengucapkan aamiin yg benar?
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya " AMAN, TENTRAM"

2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya  "MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN"

3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya " JUJUR TERPERCAYA"

4. “AAMIIN” (alif & mim sama2 panjang), ...artinya  "YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI"

Nah, sekarang kita sudah tahu kan artinya,, so jangan salah lagi ya kawan-kawan... ^o^